I'll tell you about my true story ^^. check it out!


Saat itu aku masih kelas IX SMP dan aku lagi Ujian Negara (UN). Aku benar-benar berkonsentrasi dalam mengerjakan setiap soal dengan sebaik mungkin. Tapi disisi lain aku mendapatkan Kunci Jawaban (KJ) entah dari teman sekolah ataupun teman diluar sekolah. Tapi aku tetap menggunakan otak aku untuk mengerjakan berbagai macam soal yang diantaranya Indonesia, Inggris, IPA, dan Matematika. Dan kalian semua pasti tau bukan? Kalau soal UN yang IPA tahun 2011 itu benar-benar susah (menurut aku sih iya). Akhirnya aku pasrah dan sedikit-sedikit memakai KJ yang ada dan akhirnya kepake *huft* -____-“.  *maaf maaf nih ya*

UN pun selesai, tinggal menunggu hasil dan menunggu itu membosankan. Ya benar-bvenar membosankan tapi saat aku menunggu hasil kelulusan, tiba-tiba sesuatu terjadi, saat aku dan keluarga pergi ke Bandung untuk berkumpul dengan keluarga besar dari papa saat itu pula sesuatu terjadi. Kami disana hanya menginap satu hari dan kemudian pulang dengan kondisi papa yang benar-benar buruk. Tetapi untungnya kami semua selamat sampai di rumah, namun saat hari itu juga papa benar-benar dalam kondisi yang ‘down’ tetapi tetap papa mengusahakan bekerja di keesokan harinya. Sampai beberapa hari papa benar-benar jatuh sakit karena sesudah pergi ke Sukabumi, papa mengikuti acara sepedaan mengelilingi kota Sukabumi padahal kondisi papa sendiri sedang tidak dalam keadaan yang baik.
 
Akhirnya sehabis itu papa pulang ke rumah yang di Cianjur untuk beristirahat, saat di rumah benar-benar aku melihat papa yang tidak berdaya. Muka pucat dan tidak adanya tenaga untuk melakukan aktivitas itulah yang aku lihat setelah papa pulang. Aku benar benra mengkhawatirkan kondisinya. Sampai pada akhirnya, papa rawat jalan di rumah dan disaat papa sakit, saat itu pula mama sedang UAS di kuliahannya. Kalian tau bagaimana perasaanku? Bingung? Iya. Sedih? Iya. Tapi mau gimana lagi selain harus merawat papa, akhirnya saat liburan (lebih tepatnya lagi sambil menunggu hasil kelulusan) aku harus merelakan segala waktu bersenang-senangku dengan teman-teman dan lebih memfokuskan segala macamnya kepada papaku.


Hari haripun berlalu setelah papaku jatuh sakit, dan hari ini aku benar-benar bingung, aku harus melakukan apa? Aku ada janji dengan temanku dan akupun sudah janji kepada mama kalau aku akan selalu di rumah untuk merawat papa. Tapi aku juga bosan kalau harus terus menerus di rumah. Karena setiap aku merawat papa, aku hanya disuruh beli makanan pagi buat papa. Dan kalian tau makanan pagi buat papaku apa?  Nasi tim, dan selalu begitu setiap harinya sampai papaku mulai bosan mungkin baru akan diganti menu makanannya.  Selain membelikan pap makan, aku juga harus merapikan kamar papa dan harus membuatkan jus. Ya kurang lebihg seperti itu dan tak jarang pula aku membersihkan rumah. Memang lelah hanya melakukan suatu kegiatan yang konstan tanpa adanya perubahan. Tapi kalau itu sudah menjadi mandate sampai papaku sembuh aku harus berkata apa lagi. Akhirnya aku melakukan semua itu dengan senang hati dan menomor duakan segala macam kegiatan yang hanya membuatku bersenang-senang.

Pada akhirnya semua itu terbalaskan, aku yang susah payah mengurus papa dan berusaha semaksimal mungkin hingga membuat papa sembuh. Dan apa yang terjadi, pada saat kelulusan sekolah, meski kedua orang tuaku tisak dapat hadir tapi aku dapat membahagiakan mereka dengan menghadiahi mereka JUARA UMUM SMPK BPK PENABUR CIANJUR dan menjadi nilai UN tertinggi di SMPku. Meski sedih karena kedua orang tuaku tidak bisa secara langsung melihat saat penyerahan piala. Tapi yang pasti aku senang dan benar-benar bahagia. Yang aku tunggu-tunggu akhirnya mendapatkan hasil yang sangat bagus. Saat selesai acara perpisahan, ternyata papaku dating dengan memakai jaket dan dia mengendarai motor dari rumah ke sekolahku , memang jaraknya tak begitu jauh. Tapi papa masih sakit dan saat aku melihat dia, mukanya pucat dan begitu lelah, hanya sebentar papa ke sekolah lalu aku menyuruhnya pulang dengan membawakan piala dan piagam yang ku terima. Papapun pulang tapi aku tetap di sekolah dan sudah meminta ijin kepada papaku bahwa aku ingin meluangkan waktuku untuk bersenang-senang bersama temanku, dan papa memperbolehkanku.
Aku dan teman-teman pun akhirnya berfoto-foto. Lalu kami pun pulang. Aku senang karena bisa membanggakan kedua orang tuaku. Dan memang papaku berjanji kalau akau juara 1 aku akan dibelikan HP BlackBerry dank arena hasil yang kudapatkan. Papa dan mama pun membelikan aku handphone dan tidak ku sangka bahwa papapun membelikan aku motor ‘scoopy’ walaupun sesungguhnya aku tidak bvisa naik motor.

Ya itu memang ‘the true story’ yang pernah aku alamin dan benar benar membuat aku ’waw’! Yang pasti bila kita melakukan suatu pekerjaan dengan senang hati dan ikhlas atau tulus. Pasti kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari pada yang kita lakukan. Ini ceritaku, kalau kamu? Share ya! ;)

0 komentar:



Posting Komentar